Rata-rata
orang awam yang berpendidikan rendah tidak dapat berpikir kritis karena mereka
telah meyakinkan pengetahuan/opini masyarakat banyak adalah kebenaran. Orang
awam tidak dapat lagi berpikir kritis pada hal yang sedikit memberatkan pikiran
mereka dan di luar bidang mereka, kerena masalah kehidupan sehari-hari juga
telah banyak untuk dipikirkan. Hal inilah yang menyebabkan mereka hanya memihak
pada pemikiran orang banyak dan opini orang banyak di pengaruhi oleh
MEDIA(paling kuat media televisi
, karena tidak usah berpikir kita sudah
mengetahui kisah selanjutnya{otak tidak terpakai untuk bagian ini}) Seperti opini
anak sekolah berikut “Kalau tidak pacaran berarti homo/bencong”, karena semua
orang awam membenarkan ini, sehingga hal ini dianggap benar. Padahal secara
logika masih ada pilihan lain orang kenapa memilih single, mungkin saja dia
sedang menungu orang yang tepat atau semacam.
Dampak
dari opini tersebut banyak, apalagi jika kita memandang dari segi kelas sosial,
dimana manusia lebih mementingkan pengakuan dari orang lain. Karena opini
tersebut mereka lebih memilih mengorbankan suara hati hanya untuk mendapatkan
pengakuan sosial, Anggap si Jono(nama fiktif) sebelumnya dia Single, tetapi
teman-teman nya mengejek/men judge si Jono adalah homo. Si jono memilih untuk
menikah(=putus berpendidikan tinggi mulai mencari nafkah keluarga dan memodoh)
dengan orang yang bukan cintanya hanya untuk mendapatkan pengakuan dari
teman-teman nya bahwa Jono bukan homo. Walupun Jono harus menghabiskan sisa
hidupnya dengan terpaksa. Dan masih banyak opini bodoh lainnya....
Paling
menyedihkan lagi, telah mempunyai pendidikan tinggi tetapi masih tidak dapat berpikiran kritis, malah
lebih parah dari orang awam. Dan mengakibatkan opini yang lebih parah lagi,
orang awam berpikir hal tersebut benar karena selain orang banyak membenarkan,
orang berpendidikan juga telah ikut membenarkan hal itu dan di EXPOSE media
pula. Contoh “pada pemilihan caleg ataupun pemilihan pemimpin lainnya, orang
berpendidikan ikut bermain politik kotor, sehingga masyarakat umum membenarkan
hal ini, walaupun ada UU yang jelas menyatakan bahwa politik kotor adalah
tindakan yang tidak benar”.
Sebenarnya
ada orang yang telah mengetahui sistem rusak
ini dan tidak memperbaiki malah memanfaatkan nya hanya untuk kepentingan
pribadi. Kalangan ini hanya berjumlah 0.000001 % dari jumlah masyarakat suatu
negara. Tapi mempunyai aset lebih 50.01 % dari seluruh aset negara tersebut
walapun tidak tertulis secara resmi atau mengatasnamakan orang berpendidikan
yang tidak kritis di atas.
Untuk
menjaga keberlangsungan siklus sistem ini mereka(x) membuat opini yang akan di
benarkan masyarakat luas melalui media.
Media bekerja keras untuk dapat masuk ke opini masyarakat umum dengan cara
membodohkan diri, tetapi karena mereka mungkin tidak dapat membodohkan diri
mereka mencari orang bodoh yang dapat menuruti semua kepentingan mereka tanpa
ada perlawanan sedikit pun. Sehingga orang bodoh ini akan di ikuti orang
banyak,,,sampai suatu saat kebenaran adalah kebodohan menurut masyarakat luas.
Dan
apabila ada orang benar maka mereka(x) tidak susah untuk memusnahkannya
melainkan masyarakat sendiri yang akan memakannya.
Stop
making STUPID people Famous