Sunday, 9 February 2014

Stop making STUPID people Famous

Rata-rata orang awam yang berpendidikan rendah tidak dapat berpikir kritis karena mereka telah meyakinkan pengetahuan/opini masyarakat banyak adalah kebenaran. Orang awam tidak dapat lagi berpikir kritis pada hal yang sedikit memberatkan pikiran mereka dan di luar bidang mereka, kerena masalah kehidupan sehari-hari juga telah banyak untuk dipikirkan. Hal inilah yang menyebabkan mereka hanya memihak pada pemikiran orang banyak dan opini orang banyak di pengaruhi oleh MEDIA(paling kuat media televisi
, karena tidak usah berpikir kita sudah mengetahui kisah selanjutnya{otak tidak terpakai untuk bagian ini}) Seperti opini anak sekolah berikut “Kalau tidak pacaran berarti homo/bencong”, karena semua orang awam membenarkan ini, sehingga hal ini dianggap benar. Padahal secara logika masih ada pilihan lain orang kenapa memilih single, mungkin saja dia sedang menungu orang yang tepat atau semacam.

Dampak dari opini tersebut banyak, apalagi jika kita memandang dari segi kelas sosial, dimana manusia lebih mementingkan pengakuan dari orang lain. Karena opini tersebut mereka lebih memilih mengorbankan suara hati hanya untuk mendapatkan pengakuan sosial, Anggap si Jono(nama fiktif) sebelumnya dia Single, tetapi teman-teman nya mengejek/men judge si Jono adalah homo. Si jono memilih untuk menikah(=putus berpendidikan tinggi mulai mencari nafkah keluarga dan memodoh) dengan orang yang bukan cintanya hanya untuk mendapatkan pengakuan dari teman-teman nya bahwa Jono bukan homo. Walupun Jono harus menghabiskan sisa hidupnya dengan terpaksa. Dan masih banyak opini bodoh lainnya....
Paling menyedihkan lagi, telah mempunyai pendidikan tinggi tetapi  masih tidak dapat berpikiran kritis, malah lebih parah dari orang awam. Dan mengakibatkan opini yang lebih parah lagi, orang awam berpikir hal tersebut benar karena selain orang banyak membenarkan, orang berpendidikan juga telah ikut membenarkan hal itu dan di EXPOSE media pula. Contoh “pada pemilihan caleg ataupun pemilihan pemimpin lainnya, orang berpendidikan ikut bermain politik kotor, sehingga masyarakat umum membenarkan hal ini, walaupun ada UU yang jelas menyatakan bahwa politik kotor adalah tindakan yang tidak benar”.
Sebenarnya ada orang yang telah mengetahui sistem rusak  ini dan tidak memperbaiki malah memanfaatkan nya hanya untuk kepentingan pribadi. Kalangan ini hanya berjumlah 0.000001 % dari jumlah masyarakat suatu negara. Tapi mempunyai aset lebih 50.01 % dari seluruh aset negara tersebut walapun tidak tertulis secara resmi atau mengatasnamakan orang berpendidikan yang tidak kritis di atas.
Untuk menjaga keberlangsungan siklus sistem ini mereka(x) membuat opini yang akan di benarkan masyarakat luas  melalui media. Media bekerja keras untuk dapat masuk ke opini masyarakat umum dengan cara membodohkan diri, tetapi karena mereka mungkin tidak dapat membodohkan diri mereka mencari orang bodoh yang dapat menuruti semua kepentingan mereka tanpa ada perlawanan sedikit pun. Sehingga orang bodoh ini akan di ikuti orang banyak,,,sampai suatu saat kebenaran adalah kebodohan menurut masyarakat luas.
Dan apabila ada orang benar maka mereka(x) tidak susah untuk memusnahkannya melainkan masyarakat sendiri yang akan memakannya.

Stop making STUPID people Famous


No comments:

Post a Comment